Jumat, 07 Desember 2012 By: ana doank

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TANAMAN JAGUNG


          a.       Hama Lundi, menyerang tanaman pada waktu pertumbuhan, pengendaliannya dengan cara mengatur waktu tanam, atau dengan menggunakan insektisida sistemik, yang ditabur ke dalam tanah, misalnya Mephosfolan atau Carbofuran dengan dosis 1,5 kg bahan aktif/ha, cara lain pengendaliannya adalah dengan menanam lebih awal.
          b.       Lalat Bibit (Antherigona exigua Stein) menyerang biji yang baru tumbuh, pengendaliannya dilakukan 2-3 hari sekali, atau menggunakan insektisida folidol, agrocide, dengan dosis seperti anjuran (misal 1,5 – 2 cc/liter air)
          c.       Ulat Tanah (Agrotis sp) menyerang tanaman kecil, dikendalikan dengan cara manual dengan membunuh ulatnya, atau sebelum ditanam tanahnya ditaburi Carbopuran.
          d.       Ulat Daun (Prodenia litura F) menyerang pucuk daun pada waktu tanaman berumur 1 bulan, harus disemprot dengan salah satu insektisida yang dianjurkan.
          e.       Penggerek Batang (Sesamia inferens Wlk) menyerang tanaman yang sudah berbunga, dapat dilakukan pencegahan dengan penyemprotan pada waktu tanaman menjelang berbunga (dengan insektisida yang dianjurkan dan sesuai dosis).
          f.       Ulat Tentara (Leucania unifenuta HAW) menyerang tanaman dewasa pada malam hari, segera dikendalikan apabila serangan sudah mencapai diatas ambang ekonomi.


          g.       Ulat Tongkol (Heliothis armigera HSN) merupakan lalat perusak tanaman, menyerang bakal buah atau tongkol jagung, disemprot bila diperlukan saja, waktu penyemprotan yang baik adalah pagi hari antara 06.00-09.00 atau pada sore hari antara 16.00-18.00.

          h.       Penyakit Bulai (Corn downy mildew) berbentuk cendawan (jamur), gejala serangan timbul garis kuning yang lebar pada daun, bila terbawa dari benih maka setiap daun muda yang baru tumbuh nampak kuning, penularannya melalui benih atau melalui spora yang terbawa angin. Cara pengendaliannya menanam varietas yang tahan, menanam secara serentak, pencampuran sentrimone.
          i.        Penyakit Helminthosporium, penyakit cendawan dengan gejala serangan membentuk bercak lonjong berwarna kuning di tengah dan dikelilingi warna coklat, menyerang daun, pelepah dan tongkol, cara pengendalian menghindari penanaman yang terus menerus, penyemprotan dengan fungisida sesuai petunjuk dan anjuran.
          j.        Penyakit Karat, penyakit cendawan Puccinia polysora dengan gejala serangan noda kecil diatas permukaan daun bagian atas, pada bercak terdapat tepung berwarna coklat kuning. Cara pengendalian menanam varietas yang tahan, memusnahkan tanaman yang terserang dengan membakar dan membenamkan kedalam tanah.

0 komentar:

Poskan Komentar